Kota yang (aku kira) sangat aku rindukan justru membuatku merasa sepi; aku mulai merasa didepak. Seolah aku sudah ditendang ke kehidupan nun jauh di sana. Aku merasa asing di kotaku sendiri. Bahkan aku merasa lebih baik sendiri berada di sana daripada ramai berada di sini. Aku merasa kota ini tidak mau berkompromi dengan keberadaanku. Kalau aku bisa berlari, aku memilih untuk melarikan diri dari keasingan yang semakin menggigit seperti ini.
Aku ...
Yah entahlah, aku tidak mengerti.
Mengerti diri sendiri itu JAUH LEBIH SULIT daripada mengerti orang lain. (Visarah - Sipil '09)
Wahai kota tua, mau kah kau bersahabat denganku? Setidaknya jangan biarkan aku menangisi keberadaanku di sini, karena aku sudah bertekad menjadi perempuan yang berbahagia.



